Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan Herbal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2011

Kayu Manis (Cinnamon)

Cinnamon
Kulit manis atau kayu manis berasal dari Srilangka kemudian menyebar ke Mesir dan China pada 200 tahun SM melalui jalan dagang masala lalu. Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua digunakan oleh manusia. Bumbu ini digunakan Mesir kuno sekitar 500 tahun lalu dan di sebut dalam beberapa kali dalam kitab-kitab Perjanjian lama.

Kayu manis dapat tumbuh baik di daerah berketinggian sampai 2.000 meter di atas permukaan laut. merupakan rempah-rempah dalam bentuk kulit kayu yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai penambah cita rasa masakan dan pembuatan kue, sejak dulu ia dikenal punya berbagai khasiat. Tak hanya sampai di situ, kayu manis juga saat ini sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kecantikan.

Sifat kimia dari kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis. Sementara itu, kandungan kimianya antara lain minyak atsiri, safrole, sinamadehide, eugenol, tanin, damar, kalsium oksanat, dan zat penyamak. Tanaman ini sangat cocok diusahakan di daerah beriklim tropis dengan curah hujan 2.000-3.000 mm per tahun dengan kelembahan udara yang tinggi dan musim kering yang pendek.

Khasiat Kayu Manis :
  1. Untuk obat mag :   rebuslah 10 gram kayu manis dengan 200 cc air dan biarkan hingga tersisa 100 cc, lalu disaring dan diminum selagi hangat.
  2. Untuk mengobati diare :   ambillah 5 gram kayu manis dan 5 lembar daun jambu biji. Ramuan tersebut direbus dengan 600 cc air dan biarkan hingga tersisa 300 cc. Air ramuan tersebut disaring dan ditambahkan gula secukupnya, kemudian diminum dua kali sehari, 150 cc.
  3. Untuk mengatasi tekanan darah tinggi :  ambillah 2 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 10 gram kencur, 15 gram daun sena, dan 20 gram daun saga. Lalu, rebuslah dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc. Air rebusan tersebut disaring dan diminum selagi hangat. Resep lainnya  :  1 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 60 gram rambut jagung, dan 30 gram daun seledri, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Airnya disaring dan dinimum selagi hangat.
  4. Untuk asam urat :  ambillah sebesar ibu jari kayu manis, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkih, 200 gram ubi jalar merah, 10 butir merica, dan 15 gram jahe merah. Ramuan tersebut direbus dengan 1.500 cc air, dan biarkan hingga tersisa 500 cc. Kemudian disaring dan tambahkan 200 cc air susu cair dan diminum. Resep lain  :  seibu jari manis, 15 gram jahe merah, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkih, dan 4 lembar daun sosor bebek. Rebuslah ramuan tersebut dengan 600 cc air hingga airnya tersisa 300 cc. Setelah itu, air rebusan disaring dan diminum.
  5. Untuk mengatasi perut kembung dan masuk angin :  ambillah 5 gram kayu manis, 10 gram jahe, 5 butir cengkih, 5 gram pulasari, 5 gram adas, 5 gram biji pala, dan gula aren secukupnya. Ramuan tersebut direbus dalam 800 cc air dan biarkan hingga tersisa 450 cc. Kemudian disaring dan diminum selagi hangat, 150 cc. Lakukan tiga kali sehari.

Sumber : Pikiran Rakyat Cyber Media

Sambang Merah

Sambang Merah

Sambang merah atau Excoecaria cochinchinensis lour 
Di Indonesia memiliki beberapa nama antara lain, Sambang darah, daun lamban, daun remek daging, ki sambang dan bahasa Chinanya adalah ji wei mu.

Deskripsi
Tumbuhan perdu, berumur panjang (perenial), tinggi 0,5 - 1,5 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, percabangan banyak, ke atas atau mendatar. Daun tunggal, bertangkai, tersusun berhadapan, warna atas hijau tua - bawah merah gelap, bentuk jorong hingga lanset, panjang 4 - 15 cm, lebar 1,5 - 4 cm, helaian daun tipis tegar, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi halus, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas mengkilat, permukaan bawah halus, tidak pernah meluruh Bunga tunggal, muncul di sebelah ketiak daun, mahkota berwarna putih Buah bulat, panjang +/- 1 cm, warna merah, terdiri dari tiga keping yang menyatu Perbanyaan Generatif (biji) dan vegetatif (cangkok, stek batang).
 
Buku
Tanaman Obat untuk Penyakit Jantung, Darah Tinggi, & Kolesterol 
(Drs. Sujaswadi Wiryowidakdo & M. Sitanggang)

Selasa, 20 September 2011

Valeriana (Valeriana Hutan)




VALERIANA


Memiliki nama latin: Valeriana officinalis L



Asal daerah: Valeran; Waleri; Whalere 



Valeriana disebut juga semak tahunan

Ciri-ciri:
- Memiliki tinggi lebih kurang lebih 60 cm
- Batang tegak, lunak, permukaan licin, warna hijau pucat
- Daun majemuk, bentuk helaian daun lonjong, tepi bercangap, ujung dan pangkal meruncing, permukaan berkerut,  warna hijau
- Perbungaan bentuk tandan di ujung batang, kelopak hijau muda, mahkota halus warna putih
- Buah buni, bentuk lonjong, warna cokelat
- Biji bulat kehitaman

Valeriana dapat tumbuh pada tanah gembur dengan air cukup pada dataran rendah hingga 120 m dari permukaan laut


Fungsi sebagai obat herbal:
 
Obat Lemah syaraf



Akar valerian 30 g

Daun leng-lengan 20 g
Daun seribu 20 g
Daun sambang darah 20 g
Air 500 ml
Ramuan direbus sampai mendidih selama 15 menit
Diminum 3-4 kali sehari.
 
 
Bagian tanaman yang dapat digunakan: Rimpang ; Akar
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Alkaloid valeriana; Valerianina; Valepotriat, Valtratum; Didrovatratum; Ionona
Khasiat: Sedatif; Hiptonik; Spasmolitik; Karminatif; Hipotensi*
 
 
Tunjung Putih
(Nymphaea lotus L.)


  
Tanaman asal Afrika, Tunjung ( Tunjung Putih ) hampir sama dengan teratai, tanaman tunjung  dapat di jumpai di mana saja baik di kolam hias, rawa-rawa dan hutan liar.  Teratai adalah tanaman air atau rawa, dapat tumbuh liar pada genangan air yang dangkal atau dipelihara di kolam-kolam sebagai penghias kolam taman. Daun dan bunga keluar dari akar rimpang di dalam tanah yang tumbuh ke atas pada permukaan air. 


Dapat digunakan untuk mengobati :
- Kejang
- Pingsan
- Mabuk alkohol
- Bisul
- Radang
- Tumor
- Borok
- Diabetes
- TBC paru
- Menekan fungsi seksual.

Bagian yang dimanfaatkan:
Bunga, akar. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan*


Teratai
(Nelumbium Nelumbo Druce)


Memiliki nama lokal :
Padma, seroia, terate, tarate, taratai besar

Siapa sangka Bunga Teratai indah yang banyak tumbuh di kolam, rawa-rawa dan alam liar  hampir semua daripada teratai dapat dimanfaatkan, Teratai merupakan tanaman asli dari daratan Asia yang tumbuh dan berbunga sepanjang tahun, .

Dapat menyembuhkan :
Beri-beri - disentri- keputihan - demam - insomnia - Hipertens i- muntah darah - mimisan - batuk darah - Diare - sakit jantung   - sakit kepala - berak dan kencing darah - anemia - kanker nasopharynx -  dan ejakulasi   

Teratai memiliki sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis, komposisi terkandung: 
  • Biji - Memelihara kondisi jantung, bermanfaat bagi ginjal dan menguatkan limpa 
  • Tunas biji teratai - Menghilangkan panas dalam di jantung, menurunkan panas, menghentikan perdarahan, menahan ejakulasi dini,
  • Kulit biji teratai-  Menghentikan perdarahan, Menghilangkan panas dalam di lambung, mengeluarkan panas dan lembab dari usus,
  • Benangsari (kumis bunga teratai) -  Menghilangkan panas dari jantung, menguatkan fungsi ginjal, menahan ejakulasi dini dan menghentikan perdarahan, 
  • Penyangga bunga: Membuyarkan darah beku, menghentikan perdarahan, menolak lembab, 
  • Batang teratai (tangkai daun, tangkai bunga),  - Menurunkan panas dan memperlancar kencing. 
  • Daun -  Membersihkan panas dan menghilangkan lembab, menaikkan yang jernih, menghentikan perdarahan. 
  • Dasar daun - Menurunkan panas dan menghilangkan lembab, menormalkan menstruasi, menguatkan kehamilan. 
  • Rimpang -  Dimakan mentah berkhasiat menurunkan panas, mendinginkan darah yang panas dan membuyarkan darah beku. Bila dimasak, berkhasiat menguatkan limpa, menambah selera makan, penambah darah, membantu pertumbuhan otot dan menyembuhkan diare.
  • Akar - Menghentikan perdarahan, membuyarkan darah beku, penenang. 
  • Tepung rimpang - Menghentikan perdarahan, menambah darah, mengatur fungsi ginjal dan limpa.  
  • Kulit biji teratai - Berkhasiat menekan perkembangan kanker hidung dan tenggorokan, sedangkan biji dan tangkai teratai berkhasiat anti hipertensi.     


Cara Pakai :

a. Panas dalam, gondokan, juga bermanfaat untuk penderita jantung
dan lever:
100 g rimpang teratai dan 50 g rimpang segar alang-alang, dicuci
lalu dipotong-potong secukupnya. Rebus dengan 500 cc air bersih
sampai tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring, minum seperti teh.


b. Batuk darah, muntah darah:
Rimpang teratai dicuci bersih lalu dijuice, sampai terkumpul 1 gelas
ukuran 200 cc. Minum, lakukan selama 3-5 hari berturut-turut.



c. Disentri:
50 g rimpang teratai dan 10 g jahe, diparut atau dijuice. Air
perasannya ditambahkan 10O cc air, lalu dipanaskan sampai
mendidih. Setelah dingin tambahkan 1 sendok makan madu, diaduk
lalu diminum.



d. Muntah, diare :
50 g rimpang teratai dan 15 g jahe dicuci lalu dijuice atau diparut,
ambil airnya. Minum, sehari 3 kali.

e. Darah tinggi:
1. 10 g biji teratai dan 15 g tunas biji teratai. (lien sim), direbus
dengan 350 cc air sampai tersisa 200 cc. Minum setiap hari
seperti teh.
2. Tunas biji teratai (lien sim) sebanyak 10-15 g direbus dengan air
secukupnya sampai mendidih, minum sebagai teh. Dapat juga
tunas biji teratai digiling halus, seduh dengan air panas, minum*