Tampilkan postingan dengan label Umbi-Umbian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umbi-Umbian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2011

Bira - Alocasia marcorrhizos

Alocasia macrorrhizos


Bira atau Alocasia macrorrhizos merupakan tumbuhan penghasil umbi yang dapat dimakan. Bira dikenal pula dengan nama asal bahasa Jawa, sente

Terna yang sangat besar dengan batang tegak. Daun memata panah dengan tangkai daun yang sangat panjang. Perbungaan tongkol, berumah satu, dengan bunga betina pada bagian pangkal tabung, bagian tengah steril, bunga jantan diatas bagian-bagian tersebut, dan berakhir dengan apendiks yang steril, perbungaan ditutupi oleh seludang menyerupai tabung berbentuk lanset sampai melonjong bagian ujungnya. Buah buni, merah sampai jingga.

Bira lebih menyukai lingkungan yang basah dan dapat ditemukan pada kisaran ketinggian sampai 2000 m dpl. Bira umumnya diperbanyak melalui tunasnya dan biasanya ditanam pada awal musim hujan, di tempat yang kena sinar matahari penuh atau di tempat yang sedikit ternaungi. Bila ditanam untuk diambil patinya, tanaman diusahakan berumur 10 bulan sampai beberapa tahun sebelum batangnya dipanen.

Tumbuhan ini merupakan terna besar yang umbi batangnya dijadikan sumber pangan karbohidrat non-serealia Daun mudanya yang telah direbus dapat dipakai sebagai pembungkus makanan, seperti nasi atau buntil.

 Manfaat :

Bagian-bagian di atas permukaan tanah, seperti daun dan bunga mengandung kristal kalsium oksalat yang bila termakan mentah atau kurang terolah dengan sempurna menyebabkan mulut dan perut terasa gatal. Getahnya mampu menyebabkan radang.

Rimpangnya kaya akan pati atau tepung. Rebusan batangnya sebagai pencahar dan sari tangkai daun sebagai obat batuk. Di Papua New Guinea, daun muda dan cairannya digunakan sebagai obat luar sakit kepala, dan daun yang dimasak dalam santan dimakan untuk terapi penderita kemunduran seksualitas. Di Thailand, rimpangnya sebagai obat bekas gigitan ular dan luka-luka. Alocasia macrorrhiza seringkali juga ditanam sebagai tanaman hias*
 

Umbi Dahlia - Bunga Dahlia

Bunga Dahlia

Umbi Dahlia


Dahlia (Dahlia pinnata Cav.) adalah tanaman perdu berumbi yang sifatnya tahunan (perenial), berbunga di musim panas sampai musim gugur Dahlia adalah bunga nasional negara Meksiko yang juga merupakan negara asal Bunga ini.

Dahlia termasuk bunga yang terlambat dikembang-biakkan. Pada tahun 1872, negeri Belanda menerima sekotak umbi Dahlia yang dikirim dari Meksiko. Dari sekotak umbi bunga Dahlia ternyata hanya satu umbi yang berhasil berbunga namun menghasilkan bunga indah berwarna merah dengan daun bunga yang runcing. Ahli tanaman berhasil mengembang biakkan Dahlia yang kemudian dinamakan Dahlia juarezii. Dahlia juarezii merupakan nenek moyang semua bunga Dahlia hibrida (persilangan) yang terdapat sekarang ini.

Tanaman dahlia adalah makanan larva beberapa spesies Lepidoptera (jenis kupu-kupu).
Bunga Dahlia dinamakan untuk menghormati ahli botani berkebangsaan Swedia dari abad ke-18 yang bernama Anders Dahl

Dahlia juga merupakan bunga resmi kota Seattle, negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Manfaat :
Bunga Dahlia yang kita kenal sekarang terdiri dari ratusan kultivar. Sebagian besar varietas tanaman Dahlia menghasilkan bunga yang warnanya cerah dan mempesona, sehingga Dahlia merupakan komoditas penting bagi industri bunga potong dan tanaman pot.

Riset lain menyebutkan, inulin dahlia amat efektif untuk menekan nafsu makan. Sehingga cocok dijadikan material diet secara alami. Selain itu, dapat pula mengendalikan kadar glukosa dalam darah. Bagi olahragawan yang berbasis body building, inulin dapat mengurangi pemecahan jaringan otot, bahkan dapat meningkatkan massa otot.
Inulin dahlia juga dapat memfasilitasi metabolisme gula dalam proses glikolisis. Selain itu, mampu menyediakan energi dalam jangka panjang (hingga 10 jam), sehingga cocok dikonsumsi orang-orang yang berpuasa.

Umbi dahlia dipanen pada saat tanaman berumur minimal tujuh bulan. Dahlia jenis kaktus dan dahlia berumbi besar bisa menghasilkan 25 ton umbi segar/hektare. Negara yang paling banyak memliki koleksi dahlia adalah Meksiko dan Guatemala. Mereka memiliki 12-20 jenis dahlia. Enam di antaranya telah dikembangkan menjadi tanaman hias.

Dari satu rumpun tanaman dapat dihasilkan 2-5 kg umbi, tergantung varietas dan kesuburan tanaman. Umbi akar dahlia mengandung 80 persen air dan 20 persen padatan. Ia mudah dikembangbiakkan dengan biji, setek batang, umbi, atau pemisahan anakan. 

Cara menanamnya, siapkan tanah kebun, kompos dan pasir halus. Tanam bibit dan siram secara teratur. Dalam dua bulan, tanaman mulai berbunga. Letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari pagi. Lokasi yang terlalu panas mengakibatkan tanaman berbunga kecil dan daun berwarna kekuningan. 

Jika Anda menanamnya dalam pot, ganti media tanam sekali dalam setahun, agar terjadi regenerasi dan terbentuk tanaman baru. Pemupukan dengan KCl dan NPK dilakukan saat tanaman mulai tumbuh dan menjelang berbunga, agar dahlia tumbuh maksimal*


Kategori Umbi - Umbian

Berikut ini adalah yang termasuk kategori Umbi-umbian :

- Bengkuang
- Bira
- Dahlia
- Gadung
- Ganyong
- Garut (tumbuhan)
- Gembili
- Gembolo
- Iles - Iles
- Kecipir
- Kentang
- Kentang Hitam
- Ketela Pohon
- Ketela Rambat
- Konnyaku
- Singkong
- Suweq
- Talas
- Taro
- Ubi Jalar
- Ubi Kelapa
- Uwi
- Wortel